Kontes Robot Indonesia (KRI) merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Direktorat Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi sebagai ajang kompetisi rancang bangun dan rekayasa dalam bidang robotika.
Dalam penyelenggarakaan Kontes Robot Indoenesia, ada beberapa divisi yang dapat diikuti oleh
mahasiswa dari seluruh perguruan tinggi negeri maupun swasta di Indonesia yaitu, Kontes Robot ABU
Indonesia (KRAI), Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI), Kontes Robot Seni Tari Indonesia
(KRSTI), Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI) Humanoid, Kontes Robot Sepak Bola Indonesia
(KRSBI) Beroda, dan divisi baru Kontes Robot Tematik Indonesia (KRTMI).
Tim Robot “MR_COOL MK8” dari Program Studi Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
(UMY) berhasil mendapatkan penghargaan “BEST DESIGN” dan masuk peringkat “LIMA BESAR” di
Divisi KRPAI pada KRI 2019 Tingkat Nasional di Universitas Dian Nuswantoro, Semarang.
Setelah berhasil meraih juara 3 pada KRI Regional 3 yang diselenggarakan di Universitas Jendral
Soedirman, Tim MR_COOL MK8 bersama dengan 22 tim yang merupakan tim-tim robot juara dan terpilih
dari KRI regional 1 sampai 4 kembali diundang untuk bertanding dalam Kontes Robot Indonesia Tingkat
Nasional Divisi KRPAI di Universitas Dian Nuswantoro, 20 – 23 juni 2019. Pada divisi KRPAI, setiap
robot akan bertanding pada arena yang telah ditentukan, arena tersebut memiliki empat ruangan yang
nantinya salah satu ruangan terdapat titik api, tugas/misi robot mencari/menemukan dan memadamkan
titik api tersebut dengan berbagai halangan serta setelah memadamkan api robot mampu kembali
keposisi semula (start).
Tim robot MR.COOL MK8 yang digawangi oleh Lutfi Ardiyanto (Ketua) dan Ibnu arseno (anggota) yang di
bantu oleh Bintang, Husein, Egy, Haryo selaku Tim Support dan dengan dosen pembimbing Muhamad
Yusvin Mustar, S.T., M.Eng. mempersiapkan robot untuk bertanding pada KRI nasional hanya dalam
waktu sekitar +1 bulan terhitung setelah mengikuti KRI tingkat regional. Lutfi menuturkan bahwa
“Meskipun sudah berhasil mendapatkan juara 3 pada KRI regional tetapi robotnya juga masih banyak
mengalami kendala saat bertanding diregional kemarin. Sehingga untuk KRI nasional tim melakukan
banyak evalusai dan mempersiapkan robot lebih matang lagi”.
Sistem penilaian yang digunakan adalah dengan menggunakan poin terendah, terdapat tiga sesi dalam
keseluruhan pertandingan ini. Jika pada sesi pertama maupun kedua robot berhasil memadamkan api,
tim tersebut berhak lolos maju ke sesi ketiga. Hasil akhir diperoleh dari akumulasi dari ketiga sesi
pertandingan yang sudah dilakukan. Robot buatan tim TE-UMY mampu memadamkan api di semua sesi
tetapi dengan kendala dibeberapa sesi robot belum mampu kembali keposisi semula. Setelah
diakumulasi di semua sesi tim robot UMY berhasil masuk peringkat “LIMA BESAR” dan mendapatkan
penghargaan “BEST DESIGN” pada KRI 2019 tingkat nasional di UDINUS, Semarang.
“kami Tim Robot UMY berharap Kedepannya Tim Robot UMY dapat mengikuti semua divisi yang di
perlombakan dan dapat meningkatkan prestasi di Kontes Robot Indonesia. Kami juga berterimakasih
kepada UMY, prodi Teknik Elektro dan Lembaga Pengembangan Kemahasiswaan dan Alumni (LPKA),
yang telah mensupport tim baik dari segi non teknis maupun teknis.”.

Facebook Comments