IMG0_0050 (63) copySalah satu Tim Komurindo-Kombat Teknik Elektro UMY berhasil menyabet juara II dalam ajang Kompetisi Muatan Balon Atmosfer (KOMBAT) tahun 2016 di Garut. Perlu diketahui tahun sebelumnya (2015) berhasil menggondol perhargaan dalam kategori desain terbaik.

Kompetisi Muatan Roket Indonesia (Komurindo) dan Kompetisi Balon Atmosfer (Kombat) yang telah berlangsung pada 24 hingga 27 Agustus 2016 lalu di Lapan Garut, menjadikan tiga mahasiswa teknik elektro Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang tergabung dalam tim Mr. Cube berhasil meraih juara 2 tingkat nasional kategori Kombat. Tim yang dibimbing oleh Rama Okta Wiyagi S.T., M. Eng., selaku dosen teknik elektro UMY tersebut mampu mengalahkan 14 tim dari 16 tim peserta kombat dari perguruan tinggi negeri dan swasta yang telah lolos sebelumnya.

Ketiga mahasiswa dari angkatan 2013 tersebut yaitu Danardono, Vendy Dwi Hendra Nugraha, serta Try Ahmad Agus selaku ketua tim. Perlombaan yang diselenggarakan oleh Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) dan bekerjasama dengan Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti), pada tahun ini mengusung tema “Teknologi Muatan Balon untuk Observasi Atmosfer dan Maritim.” Pada ketegori Kombat, Juara 1 diraih oleh Politeknik Elektronik Negeri Surabaya (PENS), juara 3 diraih oleh AMIK MDP Palembang, serta juara 4 diraih oleh Universitas Gunadarma.

“Alhamdulillah kami merasa sangat-sangat senang. Jika dilihat dari persiapan yang menguras waktu, tenaga dan juga pikiran, rasanya ini adalah hadiah dari Allah SWT atas kerja keras kami sebagai peserta yang ikut berpartisipasi dalam KOMBAT 2016,” ungkap Try, ketua tim kombat UMY saat diwawancarai pada Kamis (01/09).

Try melanjutkan, untuk mendapatkan juara para peserta perlu memperhatikan beberapa faktor yang dinilai dalam kompetisi kombat tersebut. “Hal yang diperhatikan berupa nilai ketinggian, temperature, kelembapan, arah angin, dan tekanan. Rekaman GPS (Koordinat Lintang dan Bujur, red) turut dinilai dalam kompetisi tersebut. Selain itu gambar berupa foto dari muatan, auto track antenna, maupun nilai rekam video yang merupakan misi sekunder turut mempengaruhi dalam penilaian juri,” papar Try.

Try menjelaskan lebih lanjut, tim yang beranggotakan tiga orang tersebut dalam persiapan kompetisi membutuhkan waktu yang cukup lama. Tercatat dibutuhkan waktu tiga bulan lebih dalam persiapan tersebut. “Tim Mr. Cube membutuhkan waktu 3 bulan lebih. Hal ini juga termasuk dari bagian pengembangan muatan dan ground segment berupa auto track antenna dari 2 tahun mengikuti Kompetisi Muatan Balon Atmosfer,” jelasnya.

Selain itu ditengah persiapan tersebut, Try mengaku banyak kendala yang dihadapi hingga merasakan dampak yang besar dalam mengikuti kompetisi tersebut. “Kendala selama persiapan dan pertandingan adalah dana dan transportasi. Untuk transportasi kami sangat merasakan dampaknya, karena dari tempat penginapan menuju tempat kompetisi terbilang cukup jauh. Sedangkan kami harus antri dan menunggu rombongan tim lain dalam menggunakan transportasi. Di samping itu kami harus membawa antenna dengan ukuran yang lumayan besar dan mempersiapkan ground segment. Untuk mempersiapkannya pun kami sempat terburu-buru karena harus mendirikan antenna dan melakukan instalasi dari antenna ke ground segment dengan waktu yang terbatas. Alhamdulillah saat kompetisi berlangsung data dari muatan masih bisa diterima ground segment kami,” tandasnya.

Keberhasilan tim kombat UMY dalam meraih juara 2 tingkat nasional tersebut, Try berharap untuk kompetisi kedepannya UMY dapat meraih prestasi yang lebih dari apa yang telah diperoleh saat ini. “Semoga dalam event ini tim dari UMY bisa meraih juara lagi bahkan lebih dalam kompetisi kedepannya. Bagi UMY semoga dukungan untuk mengikuti event seperti ini bisa terus diperhatikan sesuai dengan slogan Muda Mendunia. Kami berharap UMY bisa melihat event-event seperti ini sebagai wahana untuk mahasiswa mengembangkan diri,” harap Try. (hv)

http://www.umy.ac.id/tim-kombat-umy-raih-juara-ii-dalam-komurindo-kombat-2016.html