thumb_IMG_2513_1024Setelah melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman dengan Pusat Penelitian Fisika Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2 Fisika-LIPI) pada Selasa (12/04), pada Rabu (13/04), Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (FT UMY) kembali melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman atau MoU dengan PT Indonesia Power Unit Pembangkitan Mrica, Banjarnegara, Jawa Tengah. PT Indonesia Power sendiri merupakan anak usaha PT PLN (Persero) di bidang Pembangkitan Tenaga Listrik.

Penandatanganan MoU yang dilakukan oleh General Manager PT Indonesia Power-UP Mrica, Sigit Ariefiatmoko dan Dekan FT UMY, Jazaul Ikhsan, S.T., M.T., Ph.D ini dilaksanakan di Ruang Studium General, Fakultas Teknik UMY. Dekan FT dalam sambutannya menyampaikan bahwa pada era yang kompetitif seperti sekarang ini, sebuah institusi dituntut untuk harus dapat menjalin kerjasama dengan institusi lainnya. “Karena dengan menjalin kerja sama, kita dapat sharing pengalaman dan ilmu. Harapannya Fakultas Teknik UMY dapat melakukan sharing pengetahuan dan pengalaman dengan PT Indonesia Power,” ungkap Jazaul.

Ia menambahkan bahwa selama ini, FT UMY sudah melakukan kerja sama secara tidak formal dengan Indonesia Power seperti dengan adanya mahasiswa program studi Teknik Elektro dan Teknik Sipil yang melakukan Praktik Kuliah Lapangan (PKL) di Indonesia Power-UP Mrica. “Sebelumnya, Fakultas Teknik UMY juga sudah melakukan kunjungan ke Indonesia Power. Oleh karenanya, untuk memformalkan kerjasama yang telah terjalin sebelumnya, maka kami lakukan penandatangan MoU ini,” terang Jazaul.

Indonesia Power sendiri, menurut keterangan Jazaul Ikhsan, tidak hanya mengelola UP Mrica saja, namun juga Gajah Mungkur dan lainnya. “Dengan demikian, Indonesia Power dapat dijadikan sebagai sasaran Tugas Akhir (TA) untuk mahasiswa Teknik Elektro, Teknik Mesin, dan Teknik Sipil. Dengan harapan, kegiatan kedepannya lebih intense lagi. Harapannya kerjasama ini dapat membawa manfaat bagi kedua belah pihak,” tutup Jazaul.

Kerjasama antar kedua belah pihak tersebut lebih ditekankan kepada pengiriman, pelaksanaan dan pelaporan Praktik Kerja Lapangan. Sesuai dengan Nota Kesepahaman yang tertulis, pihak Indonesia Power berkewajiban untuk mendukung proses kegiatan PKL, mendampingi peserta PKL dari FT UMY, hingga memberikan sertifikat setelah selesai pelaksanaan PKL.

General Manager PT Indonesia Power Unit Pembangkit Mrica, Sigit Ariefiatmoko menyambut baik kerja sama yang dilakukan oleh FT UMY dengan instasinya tersebut. Ia menyampaikan bahwa meski sementara kegiatan kerjasama baru terkait PKL saja, namun ia berharap kedepannya kerjasama kedua pihak dapat berjalan lebih teknikal. “Dengan adanya MoU ini, kami berharap dapat mewujudkan cita-cita untuk memajukan Indonesia terutama untuk merealisasikan pembangkit-pembangkit yang efisien dan ramah lingkungan,” ungkap Sigit.

Setelah penandatanganan MoU, acara kemudian dilanjutkan dengan kuliah umum dari Sigit Ariefiatmoko tentang Tatakelola Pembangkit. “Tata kelola sendiri menurut John Woodhouse merupakan sekumpulan disiplin, metoda, prosedur, dan tools untuk mengoptimalkan keseluruhan dampak bisnis dari biaya, kinerja dan ekspose risiko (dalam hubungannya dengan ketersediaan, efisiensi, mutu, umur, dan ketaatan peraturan) dari aset fisik perusahaan,” jelas Sigit.

Dalam kuliah umum tersebut ia juga menyampaikan tentang management aset dalam tata kelola pembangkit yang terdiri atas 4 jenis aset antara lain knowledge asset, physical asset, human asset, dan capital asset. “Physical asset terdiri dari performa sistem, peralatan dan fasilitas. Knowledge asset terdiri atas strategi dan business plan, manajemen kerja dan prosedur yang dijalankan. Sedangkan dalam human aset, yang perlu diperhatikan adalah sistem kepemimpinan, skill dan kompetensi, otonomi dan kinerja tim. Yang keempat yakni capital asset, terdiri atas alokasi budget yang berhubungan dengan strategi dan target bisnis,” terang Sigit.

Selain itu ia juga menjelaskan terkait hal-hal yang penting untuk diperhatikan dalam tata kelola pembangkit seperti antara lain inventory management, reliability management, operation management, efficiency management dan risk management. “Risk management lebih terkait dalam penjagaan safety atau keamanan. Dalam penata kelolaan pembangkit, kita harus dapat menjaga safety dengan menghilangkan resiko atau jika tidak bisa maka dengan meminimalkannya,” tutup Sigit. (Deansa)

Sumber : http://www.umy.ac.id/pt-indonesia-power-up-mrica-jalin-kerjasama-dengan-ft-umy.html